Ketika Malas Semakin Menjadi

Sudah sembilan bulan lebih blog ini vakum tanpa tulisan baru. Tulisan terakhir tercatat terbit di bulan mei tahun 2015 kemarin. Itu adalah catatan tentang bagaimana dilemanya seorang arsitek menghadapi klien yang punya sedikit pengetahuan awam soal pemukiman.

Banyak hal yang membuat sulitnya tulisan baru terbit. Selain karena sempitnya waktu dalam kegiatan tulis menulis macam ini, rasa malas dan rasa kosong ide seringkali menghinggapi penulis amatir seperti saya πŸ˜€ .

Malas, mungkin merupakan sifat bawaan yang hampir dipunyai setiap orang. Tapi, seberapa besar tingkat kemalasan dan seberapa lama waktu yang diperlukan untuk bangkit dari kemalasan akan berbeda dari satu orang dan orang yg lainnya.

Seperti saya, seringnya rasa malas timbul karena kejenuhan terhadap suatu pekerjaan. Baik itu yang pekerjaan diulang tiap hari ataupun pekerjaan revisi. Ya revisi. Bagi saya revisi merupakan sesuatu yang kadang membuat jenuh dan sangat menyebalkan. Sebenarnya revisi merupakan sesuatu yang sangat wajar dalam dunia arsitektur. Revisi timbul karena adanya perubahan gambar, baik karena permintaan pribadi pihak owner ataupun karena adanya kesalahan dalam pelaksanaan gambar dilapangan.

Kesalahan dalam pelaksanaan gambar yang kemudian memunculkan revisi adalah hal yang wajar. Biasanya disebabkan karena gambar yang diberikan arsitek kurang lengkap ataupun kurang jelas. Jujur, saya pernah beberapa kali melakukan kesalahan dalam pengerjaan gambar arsitektural yang kemudian menyebabkan pihak pelaksana kesulitan di lapangan, hehe πŸ˜‰ .

Revisi yang menyebalkan (baca : membuat malas -_-” ) adalah revisi yang muncul dari pihak owner. Jangan berprasangka dulu, owner sebenarnya juga berhak melakukan perubahan terhadap desain jika desain tidak sesuai dengan keinginan, namun ketika perubahan itu terjadi berkali-kali dan terkesan tanpa arah yang dituju, itulah yang akhirnya membikin malas arsitek (dalam kasus ini saya) untuk mengerjakan gambar revisi tersebut.

Di kantor lama saya dulu, saya pernah mengerjakan revisi desain krawangan yang berulang-ulang. Hampir dua minggu waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan revisi tersebut. Hingga (kalau tidak salah) empat kali revisi desain terjadi. Mulai dari sayap merak yang kurang mengembang, lubang krawangan yang terlalu sempit, hingga bentuk antara merak dan floral yang kurang harmonis. Saat itu saya merasa banyak sekali hal kecil yang bisa mengakibatkan revisi yang menyebalkan ini terjadi. Meskipun kemudian desain yang diminta dapat selesai tepat waktu, tapi rasanya sangat menyiksa diwaktu pengerjaan.

Posisi Nyaman
Kredit Gambar ; http://publicdomainvectors.org/id/bebas-vektor/Laki-laki-duduk-nyaman-vektor-gambar/27564.html

Biasanya, ada beberapa hal yang saya lakukan untuk mengatasi rasa malas itu. Pertama tentunya saya mencoba membuat diri saya nyaman selama masa pengerjaan (yang sangat menyebalkan itu, hehe). Membuat nyaman menurut saya merupakan sesuatu yang penting. Meskipun kebosanan masih saja datang, setidaknya rasa nyaman itu masih mampu untuk membawa diri bertahan sedikit lebih lama.

Basuh Muka
Kredit Gambar ; http://admin-malang.blogspot.co.id/2015/11/tata-cara-berwudhu.html

Kedua, sering-seringlah ke kamar mandi kawan.. hehe πŸ˜€ . Dengan berjalan ke kamar mandi setidaknya tubuh akan merasa lebih rileks karena tidak terjebak dalam satu posisi di kursi kerja berlama-lama. Hal yang paling sering saya lakukan adalah mencuci muka dan membasahi tengkuk. IMHO, membasahi tengkuk membuat saya merasa lebih segar dan sekaligus membuat kepala lebih dingin ditengah cuaca Surabaya yang seringkali panas menyengat.

Wisata Kota
Kredit Gambar : http://www.timesindonesia.co.id/baca/113135/20160102/124923/tahun-ini-dkp-surabaya-target-dirikan-30-taman-baru/

Ketiga adalah piknik. Jika dua hal tersebut masih tidak mempan mengatasi kemalasan yang timbul, maka piknik merupakan jalan selanjutnya yang saya pilih. Piknik menurut saya mempunyai efek yang menenangkan. Setidaknya, piknik dapat membuat tubuh dan pikiran yang sebelumnya tertimpa kemalasan dan kejenuhan yang luar biasa menjadi lebih segar dan semangat. Saya cenderun memilih piknik didalam kota (keliling kota dengan partner). Selain tidak terlalu menguras energi, piknik jenis ini juga relatif ramah dikantong arsitek pemula macam saya ini πŸ˜€ . City tour yang diadakan oleh Pemkot ataupun House of Sampoerna di Surabaya merupakan sarana wisata yang sering saya ikuti.

Finish Your Job !
Kredit Gambar ; http://www.keepcalm-o-matic.co.uk/p/keep-calm-and-finish-your-job-5/

Yang keempat, sekaligus yang terakhir adalah munculkan semangat dan kembali kerjakan revisi itu, hehe. Karena bagaimanapun juga, revisi atau perubahan akan selalu ada dalam bidang kerja apapun. Kumpulkan semangat dan bulatkan tekad untuk segera menyelesaikan revisi yang menyebalkan itu. πŸ˜‰

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s