Balada Seorang Drafter | Cerita di satu Pagi

Pagi, menjelang jam kerja.

Seperti biasa, pagi ini diawali dengan runtinitas yang sama. Bangun pagi, update berita nasional dan persiapan ngantor. Aku berangkat tepat pukul 07.15 seperti biasanya. Merasakan udara pagi dari balik kaca helm sekaligus penatnya kemacetan di Surabaya. Ditengah perjalanan ngantor pagi ini, aku melihat pemandangan yang tak asing. Sejenak pikiranku seperti ditarik kembali ke masa beberapa tahun sebelum ini. Jaket hijau tosca, celana jeans gelap, sepatu (sedikit) sporty menunggangi motor bebek yang mainstream. Lalu aku mengikutinya dari belakang, hingga muncul wajah yan tak asing buatku. Ya, seperti dugaanku, dia adalah kawan lamaku semasa di SMA. Saat ini dia mengambil studi teknik sipil di salah satu universitas negeri di kota ini.

Nostalgia dan percakapan pun tak terhindarkan. Diatas motor masing-masing, kami bercerita tentang kekinian kami. Tentang usaha, tentang diri dan tentang studi tentunya. Ya, studi, hal yang lama ak tidak prioritaskan. Kabar terakhir yang aku dengar tentang kawan lama ini adalah dia sedang mengurus perijinan usaha di kantor pajak. Sembari itu, dia juga sedang mengerjakan TA (Tugas Akhir) perkuliahannya.

Tentang TA, ada hal yang sangat mengganjal dalam pikiranku. Sejenak, pikiranku seakan melayang kembali ke waktu tiga atau empat tahun yang lalu. Masa yang menyedihkan dalam hidupku. Masa gagalnya pendidikan karirku. Yang lebih parah, aku seakan tanpa daya menghadapi itu. Seandainya aku dulu tidak mengambil keputusan itu, mungkin saat ini ak sudah menikmati indahnya TA. Menikmati nikmatnya asistensi dan mendapat beragam kritikan dari dosen pembimbing. Tapi itu semua hanya bisa aku sesali dimasa kini.

Dalam diri, aku menenangkan diri sendiri dengan berujar,

“Sudahlah, toh itu semua sudah terjadi.. !”

Hanya di film doraemon kita bisa kembali ke masa lalu. Bukan dalam realitas kehidupan macam ini. Nasi sudah menjadi bubur memang. Meskipun bubur yang ada tidak senikmat bubur ayam jakarta, aku benar-benar bersyukur dengan apa yang terjadi padaku saat ini.

Seperti yang aku pelajari dari sebuah film yang terlupa judulnya,

“Jangan pernah menyesali sesuatu yang telah terjadi”

Hidup tak akan berhenti untuk sekedar menunggu kita bangkit dari keterpurukan, menunggu kita bangun dari impian usang yang belum terwujud.

Jangan pernah menyesali kegagalan kawan. Karena kegagalan itu bagian dari pelajaran kehidupan. Pelajaran kehidupan yang nantinya akan kita ceritakan untuk istri dan anak-anak kita. Bukan untuk ikut larut dalam kesedihan, tapi untuk dijadikan suntikan motivasi untuk bangkit, melangkah, berlari dan tak kenal menyerah. 🙂

Semoga menginspirasi !

Sebuah renungan pagi sepanjang 12 kilometer perjalanan rumah hingga kantor. 🙂

Advertisements

9 thoughts on “Balada Seorang Drafter | Cerita di satu Pagi

  1. Reblogged this on Tiwied and commented:
    Ceritanya promosi blog partner. Biar termotivasi juga dia ngeblog dan makin rajin promosi karya-karyanya *biar dapet duit, hehe :p*.
    Silakan berkunjung ke andstory.wordpress.com
    *Mohon maklum ya kalau tulisannya masih dikit. Saya sedang proses motivasi orangnya untuk rajin ngeblog*
    Enjoy… 🙂

  2. Kalau buburnya jadi bubur ayam kan mkin enak, Mas, hehe. Setia[ kegagalan atau keberhasilan selalu berguna bagi kita, walau pahit. Saya pun begitu sering gagal, xixix. Semangat Mas, semoga banyak berkah menghampiri setelah banyak koneksi! 😀

  3. Ngomong-ngomong, bubur ayam Jakarta juga tidak terlalu enak sih, Mas :haha.
    Hm, penyesalan memang akan selalu ada karena keputusan yang tidak kita ambil, tapi paling tidak, menurut kita tidak menyesal karena kita tidak mengambil keputusan, kan? Kalau kita tidak mengambil keputusan, mungkin Masnya tidak punya kesempatan menuliskan ini, saya pun tidak punya kesempatan menuliskan komentar dalam cerita jujur ini :hehe.
    Salam kenal.

    1. Bener sekali mas.. Aku setuju tenan. Lagi pula dari penyesalan itu juga kita bisa mengambil hikmah buat perbaikan diri..
      Salam kenal dari Surabaya mas..👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s