First Experience… To be a Drafter…

Pengalaman pertama menurut saya merupakan sebuah sesuatu yang akan sangat susah dilupakan. Yap… cause it’s a first time we do something new and something which we never did before!!..

Pertama kali masuk sekolah, pertama kali punya motor sendiri, pertama bertemu dengan klien yang benar-benar baru.  It’s hard to explain how I feel at that moment, tapi satu hal yang pasti ketika kita mengalami sesuatu yang baru adalah kita akan lebih semangat untuk berbuat sesuatu, apapun itu!..

Ini juga yang terjadi pada diri saya ketika pertama kali menjadi drafter ‘satu-satunya’ di sebuah kontraktor di surabaya selatan. Kenapa satu-satunya? Karena ini kontraktor yang masih relatif baru dan saat itu sedang ada kekosongan kekuasaan di posisi drafter-nya.. hehehe..

Sebenarnya, pengalaman ini tidak bisa ‘benar-benar’ disebut sebagai pengalaman pertama. Lho? Kok bisa? Yap, karena sebelumnya saya sudah pernah bekerja sama dengan salah satu teman baik saya semasa SMA untuk membuat sebuah model learning center. Tapi, itu hanya sebatas untuk tugas kuliah teman saya. Untuk lebih jelas soal project saya dan teman saya satu ini, mungkin akan saya buat tulisannya di lain kesempatan ya…

Image
Ini dia desain yang saya kerjakan dari ide teman saya itu…

Oke.. Kembali ke topik pembicaraan. Pengalaman ini saya sebut pengalaman pertama sebagai drafter karena disini saya dituntut untuk benar-benar membuat gambar 3D yang bagus dan layak untuk disuguhkan kepada owner.

First meeting with my new boss was a great moment to me. Yap, itu adalah sebuah momen yang benar-benar membuat saya semangat sekaligus membuat saya ‘tertekan’. Semangat karena saya mendapat hal yang baru dalam hidup saya. Tapi disisi lain saya juga tertekan karena saya harus menyuguhkan gambar kepada bos baru saya dan ini adalah pengalaman pertama saya. Muncul ketakutan-ketakutan yang tidak wajar dalam diri saya waktu itu. Takut ga bisa menterjemahkan keinginan bos, takut gambar jelek, takut dimarahi bos, and all bad thing was frighten me out..

Tugas pertama yang diberikan adalah menggambar contoh denah dengan beberapa alternatif untuk sebuah villa yang nantinya akan digunakan sebagai tempat pelepas penat oleh sang pemilik. Dan waktunya ‘hanya’ seminggu. Oke, uktuk seorang arsitek yang berpengalaman mungkin itu mudah, tapi ini untuk seorang newbie dalam dunia arsitektur, seorang pemula yang benar-benar kurang ilmu dan tanpa pengalaman apapun. Dan Alhamdulillah, dengan kerja keras dan seminggu kurang tidur (berlebihan hehe 😀 ), akhirnya tugas itu pun tuntas sudah. Yap, empat buah denah saya ajukan dan saya mendapatkan ‘uang pertama’ dari apa yang saya kerjakan sendiri. That was a fantastic things on my life.

Image
Konsep pertama yang sayan ajukan.. Nothing special
Image
Konsep Kedua….
Image
Konsep Ketiga… Sedikit perubahan pada denah..
Image
Konsep terakhir yang saya buat dalam waktu satu minggu…

Minggu pertama dilalui dengan cukup bagus dan dengan sedikit hambatan. Saya akui, pekerjaan ini tidak semudah apa yang saya bayangkan sebelumnya. Beberapa revisi terjadi dan saya pun menyadari sesuatu bahwa menjadi arsitek adalah menjadi penghubung antara owner dan ’dunia’ mereka masing-masing.

Minggu kedua, hmm… What a surprising moment!!. Pada minggu kedua saya langsung melompat lebih jauh dari sekedar merancang sebuah hunian. Hotel!!. Yap, sebuah hotel. Saya diminta untuk merencanakan fasad atau eksterior dari sebuah hotel. Saat itu saya benar- benar bingung akan saya apakan bidang kosong  ini agar menjadi sesuatu yang  ‘waw’.

Dua minggu saya mengajukan gambar itu ke bos saya. Sebenarnya saat itu saya sendiri masih kurang begitu suka dengan desain yang saya ajukan, tapi apa boleh buat, karena waktu yang semakin sedikit, saya ajukan juga akhirnya. What my boss said was “okey, saya coba ajukan dulu ke owner”. Kata itu benar-benar membingungkan saya, dalam hati saya bertanya, apa benar bos suka apa yang saya buat? Saya sendiri agak kurang ‘sreg’ dengan apa yang saya buat.

Image
Desain awal yang saya ajukan.. Render kasar.. hehehe..
Image
Pengembangan dari Versi 1.0 sehingga menjadi sedemikian rupa.. Masih sedikit mengganjal fasadnya..

Setelah bos saya bertemu dengan pemilik hotel dan melihat-lihat suasana kota tempat hotel tersebut berada, bos saya berkata bahwa bangunan saya tampak lebih seperti ruko (Rumah dan Toko) daripada hotel. Okey, dengan kata lain, saya harus mengubah lagi tampilan hotel tersebut agar tampak lebih ‘hotel’ daripada sebelumnya.

Image
Revisi.. Revisi.. Revisi.. Masih belum puas dengan hasilnya…
hehehe…

Saat itu yang saya pikirkan adalah bagaimana membuat sesuatu yang monumental, sesuatu yang mudah diingat orang. Meskipun hasilnya kurang baik menurut saya, saya bersyukur saya sudah bisa menyelesaikan apa yang orang lain minta kepada saya. Ini langkah awal yang bagus. Sekarang tinggal bagaimana saya menghadirkan sebuah gubahan massa bangunan yang pas dan benar-benar mampu menjawab semua kebutuhan owner.

Image
Alhamdulillah.. Setelah barulang kali revisi akhirnya desain ini yang menurut saya paling pantas.. 🙂

Hingga saat ini, saya masih mengerjakan sedikit detail interior yang belum saya selesaikan. Ini merupakan project pertama dan juga project yang semakin menyemangati saya untuk menghasilkan karya-karya lainya.

Thanks for read my few words. Hope you like it.. Wait for the next article.. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s